Pembahasan Rumah Adat Kalimantan Barat Terlengkap (Struktur dan Filosofi)

Ad Blocker Detected

Our website is made possible by displaying online advertisements to our visitors. Please consider supporting us by disabling your ad blocker.

Rumah adat Kalimantan Barat – Kehidupan khas penduduk asli Dayak yang tidak ditemukan di wilayah manapun di dunia. Di antara ciri suku Dayak adalah kalung dengan liontin yang terbuat dari taring babi, banyak tato, perhiasan batu dan rumah-rumah adat yang menandai strata sosial masyarakat. Rumah adat Kalimantan Barat yang dihuni orang Dayak disebut rumah panjang.

Kita dapat mengetahui kehidupan bahari dan maritim di Kalimantan Barat dengan melihat nama suku suku Dayak. Suku Dayak oleh kebanyakan orang diartikan sebagai “manusia” atau “pedalaman”. Tetapi menurut masyarakat Tunjung dan Benuaq arti kata Dayak adalah “Hulu Sungai”. Suku Dayak yang sama dibagi menjadi berbagai jenis kelompok menurut wilayah mereka, yaitu kelompok klan (Kalimantan), kelompok iban , kelompok apokayan, kelompok murut, kelompok ot danum ngaju dan kelompok punan.

Rumah Panjang (Betang Radakng)

Rumah Adat Kalimantan Barat - Rumah Panjang

Rumah Adat Kalimantan Barat – Rumah Panjang

Dalam bahasa Indonesia, rumah adat Betang Radakng disebut rumah panjang atau rumah Betang yang diambil dari bahasa Dayak Kanayatn. Rumah Radakng telah dirancang untuk menampung hingga 600 orang di aula utama. Memiliki halaman yang luas sehingga dapat digunakan untuk acara budaya lokal.

Seperti namanya, rumah panjang memiliki dimensi yang tidak biasa. Rumah kayu ini bisa mencapai ukuran 180 meter dengan lebar 6-30 meter. Ketinggian bangunan mencapai 5-8 meter, dengan bentuk yang mirip panggung. Untuk memasuki rumah panjang Anda harus naik tangga (atau yang disebut hejot).

Tangga harus angka ganjil dan disesuaikan dengan area rumah, semakin besar rumah, semakin banyak tangga dibuat. Pembangunan tangga di rumah adat Kalimantan Barat menggunakan kayu ulin. Kayu ini dikenal kuat dan bisa bertahan hingga ratusan tahun.

Sedangkan lantai rumah adat Kalimantan Barat terbuat dari bambu atau kayu pinang yang dibelah berbentuk bulat. Bagian Dinding rumah yang disekat-sekat dengan menggunakan papan.

Bagian Dalam Rumah Adat Panjang

Pembagian ruang di rumah adat Kalimantan Barat ini mencakup beberapa bagian. Pembagian ruangan disesuaikan untuk keperluan kegiatan sehari-hari.

Ruang tamu

Sering disebut sebagai Samik. Di ruangan ini orang Dayak menerima tamu mereka. Di ruangan ini harus ada meja yang digunakan untuk menjamu para tamu. Meja berbentuk bulat ini disebut Pene oleh komunitas suku Dayak.

Pente atau teras

Sama seperti bangunan rumah modern, Rumah Panjang juga memiliki halaman depan sebagai teras, rumah adat Kalimantan Barat ini juga memiliki teras yang terletak di bagian depan rumah. Ruang ini digunakan sebagai tempat upacara keagamaan atau upacara tradisional oleh semua anggota keluarga Dayak.

Kamar tidur

Jumlah kamar tidur di rumah panjang disesuaikan dengan jumlah keluarga yang tinggal di dalamnya. Kamar tidur di rumah panjang bisa berjumlah banyak tergantung pada jumlah penghuni rumah. Tetapi aturan standar di rumah adat Kalimantan Barat ini adalah bahwa kamar orang tua berada di hulu sungai berbaris sampai ujung yang ditempati oleh anak bungsu.

Ruang keluarga

Bisakah Anda bayangkan luasnya ruang keluarga masyarakat Dayak? Tentunya ukuran ruang keluarga bangunan utama yang bisa mencapai 180 x 30 meter ini sangat luas. Ruangan ini harus berbentuk persegi panjang dan terletak di bagian tengah rumah adat Kalimantan Barat.

Bagian Belakang Rumah

Berbeda dengan rumah modern yang tata ruangnya dapat bebas sesuai dengan keinginan pemilik rumah, Penghuni rumah panjang tidak bisa bebas mendesain rumahnya. Bagian belakang rumah adat Kalimantan Barat harus berfungsi sebagai dapur yang menghadap ke sungai dan area lumbung tempat menyimpan hasil panen.

Nilai Moral yang Dimiliki Rumah Panjang

Rumah Adat Kalimantan Barat - Suku Dayak

Rumah Adat Kalimantan Barat – Suku Dayak

Bangunan rumah adat Kalimantan Barat ini tidak hanya mengandung nilai fungsional tapi juga menyimpan nilai moral dan filosofi. Bukan hanya sebagai tempat hidup, perlindungan dan berteduh. Namun yang terpenting, dari bangunan khas suku ini, Dayak sangat tertarik untuk mengajarkan nilai-nilai luhur yang bisa ditiru oleh kehidupan modern sebagai panduan untuk berperilaku di masyarakat.

Sebuah bangunan besar dengan banyak penghuni dan bahkan beberapa keluarga, jelas dengan asal-usul yang berbeda, dengan pendapatan yang tidak merata melambangkan kehidupan orang Dayak yang sangat harmonis dan mendukung persatuan, rasa berbagi yang kuat dan toleransi yang dalam.

Penentuan wajah rumah sesuai arah fajar dan bagian belakang rumah mengikuti arah matahari terbenam. Mengajarkan kita  arti kerja keras di siang hari hingga akhir hari. Bukan hanya menganggur dan berpangku tangan. Ini menunjukkan betapa suku Dayak adalah pekerja keras.

Sistem perumahan di mana sebuah rumah dapat dihuni oleh beberapa kepala rumah tangga memberi kita contoh bahwa anggota suku Dayak tidak pernah membedakan status sosial mereka. Mereka merasa bahwa semua anggota suku Dayak sama. Tidak dibedakan berdasarkan usia, keturunan, kekayaan, penampilan cantik dan ganteng, bahkan jabatan yang dimiliki.

Sungguh banyak nilai-nilai dan pelajaran yang bisa kita ambil dari rumah adat Kalimantan Barat ini. Bangunan kuno yang berisi banyak pelajaran tentang kesetaraan antara manusia, kerja sama, rasa berbagi, toleransi dan penampilan yang sama tanpa melihat kekayaan, posisi, penampilan dan garis keturunan di antara mereka tidak akan pernah dianggap kuno dan terus menerus dipertahankan.

Rumah Adat Baluk

Rumah Adat Kalimantan Barat - Rumah Baluk

Rumah Adat Kalimantan Barat – Rumah Baluk

Rumah adat Baluk adalah rumah suku Dayay Bidayuh. Bentuk tampilan sangat berbeda dari rumah-rumah adat suku Dayak lainnya.

Rumah adat ini digunakan oleh komunitas suku Dayak Bidayuh dalam acara ritual tahunan (nibak’ng) di akhir musim panen padi dan untuk mempersiapkan musim tanam tahun depan. Biasanya jatuh pada 15 Juni.

Bentuknya bulat dan memiliki diameter sekitar 10 meter dengan ketinggian sekitar 12 meter dan ditopang oleh sekitar 20 tiang kayu dan sederet pendukung kayu lainnya serta sebuah tiang yang digunakan sebagai tangga yang menyerupai titian. Arti di balik ketinggian rumah adat Kalimantan Barat ini adalah untuk menggambarkan posisi atau tempat Kamang Triyuh yang harus dihormati.

Rumah Adat Melayu

Rumah Adat Kalimantan Barat - Rumah Melayu

Rumah Adat Kalimantan Barat – Rumah Melayu

Melayu tidak hanya di provinsi Riau, tetapi di Kalimantan barat ada juga rumah-rumah adat Melayu yang terdiri dari balai kerja yang berfungsi sebagai sekretariat ruang rapat masyarakat, taman bermain dan kios penjualan. Semua kamar rumah adat Kalimantan Barat ini memiliki fungsi masing-masing. Mulai dari fungsi acara tradisional, perawatan dan pengobatan, akomodasi dan acara lainnya.

Rumah adat Melayu ini sebagai pusat kegaiatan suku Melayu di Kalimantan Barat. Setelah diresmikan, rumah adat Melayu telah menjadi tujuan bagi wisatawan dari luar negeri.

Kegiatan musyawarah masyarakat adat untuk membuat keputusan juga dilaksanakan di rumah adat Melayu. Majelis adat adalah pihak yang sering menggunakannya untuk keperluan musyawarah.

Bangunan rumah adat Melayu di Kalimantan Barat memiliki atap yang diperkirakan mendapatkan pengaruh dari bangunan Jawa. Kelebihan dari model atap segitiga dengan ketinggian sekitar 30 derajat membuat udara panas tidak terperangkap di dalam ruangan rumah. Selain itu, ada kolong yang tinggi di bagian bawah rumah yang digunakan untuk memarkir kendaraan bagi pengunjung yang datang. Atau pada hari-hari biasa digunakan memarkir kendaraan warga setempat.

Demikian sekilas tentang rumah adat Kalimantan Barat yang memiliki karakteristik, nilai budaya serta menyimpan kearifan lokal. Untuk melengkapi informasi rumah adat, kami telah menyiapakan tulisan seputar rumah adat di Indonesia terutama rumah adat Kalimantan Timur.

Tentunya kita sebagai penerus bangsa bisa mengambil nasihat dan manfaat dari nilai budaya yang dimiliki oleh negara kita Indonesia terutama di Pulau Kalimantan. Suku Dayak yang masih mempertahankan tradisi budayanya membuat rumah-rumah adat Kalimantan masih dilestarikan hingga saat ini.

Leave a Reply